Soal Penurunan Baligo HRS dan Pernyataan 'Bubarkan FPI', Fadli Zon Minta Pangdam Jaya Dicopot

- 20 November 2020, 20:40 WIB
WAKETUM Partai Gerindra, Fadli Zon.*
WAKETUM Partai Gerindra, Fadli Zon.* //Hasil Tangkapan Layar/YouTube/ Fadli//

POTENSIBISNIS - Fadli Zon Angkat bicara menanggapi terkait penurunan baliho HRS dan pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, soal 'bubarkan FPI'.

Terkait penurunan baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) dan pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, soal 'bubarkan FPI' memang tengah menjadi sorotan publik.

Anggota Komisi I DPR RI ini, meminta agar Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dicopot dari jabatannya. 

Baca Juga: Munarman Sebut TNI Diperintah Jokowi, Pandam Jaya: Kalau Perlu Bubarkan FPI

Menurut Fadli Zon, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman telah melanggar tujuan pokok fungsi (tupoksi) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Juga sudah offside ini Pangdam. Sudah melanggar tupoksi dan kewenangan. Sebaiknya Pangdam ini dicopot saja," kata Fadli, Jumat 20 November 2020. Sebagaimana dilansir dari DenpasarUpdate dalam artikel "Fadli Zon Minta Pangdam Jaya Dicopot Usai Perintah Turunkan Baliho HRS dan 'Bubarkan Saja FPI'"

Fadli Zon menilai, akan sangat berbahaya apabila TNI sudah mulai masuk ke ranah politik sipil dan menggunakan pendekatan kekuasaan.

Baca Juga: Ridwan Kamil Penuhi Panggilan Polisi, Ini Update Pemeriksaan Saksi Dugaan Pelanggaran Prokes HRS

"Berbahaya kalau sudah ikut-ikut politik sipil dan pendekatan kekuasaan," sambung Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, TNI seharusnya fokus pada persoalan ancaman disintegrasi teritorial, seperti di Papua.

"TNI harusnya fokus hadapi ancaman disintegrasi teritorial seperti di Papua yang kini makin menguat," ungkapnya.

Di samping itu, anggota Komisi I DPR RI ini mengungkapkan kendaraan taktis (rantis) militer yang terlihat di kawasan DPP FPI sebagai kejadian yang aneh dan janggal.

Dirinya pun mempertanyakan hal itu dan meminta agar segera diusut.

Baca Juga: Terkait Gunung Merapi, BPPTKG: Potensi Daerah Bahaya Karena Bukaan Kawah Kemungkinan Sisi Tenggara

"Menurut saya, itu pemandangan yang sangat janggal dan aneh. Ada urusan apa kendaraan dinas militer berhenti di dekat DPP FPI. Apakah mau menakut-nakuti? Harus diusut sebagai sebuah skandal. Itu bukan tupoksinya," kata Fadli.

Selanjutnya, dirinya menjelaskan bahwa kejadian yang melibatkan rantis TNI di Petamburan adalah kejadian yang memalukan dan mendegradasi institusi TNI.

"Kejadian di Petamburan benar-benar memalukan dan mendegradasi TNI," pungkasnya.***( Ida Ayu Novi/Denpasar Update PRMN)

Editor: Abdul Mugni

Sumber: Denpasar Update


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x