Tolak RUU Omnibus Law Ciptaker, Ribuan Buruh Akan Gelar Aksi Sampai Puncaknya 8 Oktober di Jakarta

- 6 Oktober 2020, 06:11 WIB
ILUSTRASI serikat pekerja tolak omnibus law.*
ILUSTRASI serikat pekerja tolak omnibus law.* /RRI/

Selanjutnya Herman juga menilai, terdapat banyak perubahan yang lebih menguntungkan pengusaha. Diantaranya adalah hilangnya ancaman pidana bagi pengusaha yang lalay membayar gaji tepat waktu dan tepat jumlah. Selain itu, pengusaha juga dimudahkan dengan mempekerjakan pegawai honorer tanpa perlu mengangkat mereka sebagai karyawan kontrak. 

"Pasal-pasal ini menyakitkan kami. Ini bukan hanya bagi buruh yang pada pemikiran banyak orang adalah karyawan yang bekerja di pabrik. Ini berlaku juga bagi semua karyawan di Indonesia, bahkan yang bekerja di balik meja. Maka penting untuk menyampaikan aspirasi untuk dibatalkannya RUU ini." Lanjut Herman. 

Herman menuturkan, sesuai dengan kordinasi antar kelompok buruh, semua sepakat menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak RUU Omnibuslaw Ciptaker ini dikabulkan. 

Baca Juga: Sejumlah Buruh Terus Menolak Tegas Omnibus Law RUU Ciptaker, Ternyata Ini Alasannya

Tak hanya di situ saja, aksi puncak pun bakal digelar pada 8 Oktober 2020 yang terpusat di Jakarta. Ratusan ribu hingga jutaan buruh akan bergerak ke Jakarta untuk bersama-sama menolak pengesahan RUU Ciptaker tersebut.

“Jadi mulai Senin ini sampai nanti puncaknya pada 8 Oktober kami akan turun ke jalan. Selain itu, kami juga akan menyebar selebaran terhadap masyarakat luas tentang berbagai kerugian dari RUU Omnibus Law ini,” Pungkasnya.***(Tommi Andryandy/Pikiran-Rakyat)

Halaman:

Editor: Abdul Mugni

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah