Ferdinand Hutahaean Ungkap Dalil Haikal Hassan Soal Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

- 24 Desember 2020, 17:40 WIB
Sekjen HRS Center, Haikal Hassan.
Sekjen HRS Center, Haikal Hassan. /Instagram @haikalhassan_quote

POTENSIBISNIS - Mantan anak buah SBY di Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut mengomentari soal Ustadz Haikal Hassan yang saat ini sedang menghadapi masalah hukum lantaran dilaporkan telah berbohong terkait mimpi Rasulullah SAW.

Ferdinand Hutahaean mencoba memberi dalil, kenapa Haikal Hassan saat ini dilaporkan ke polisi.

Haikal Hassan belum lama ini dilaporkan terkait pengakuannya bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW yang diceritakannya pada saat menghadiri pemakaman 6 laskar FPI.

Baca Juga: Anggaran Mencapai Rp1,3 T untuk DTKS, Mensos Risma Minta Hal Ini pada Jajarannya

Baca Juga: Hoaks atau Fakta: Keluarga 6 Korban Laskar FPI yang Tewas Tertembak, Disogok Uang Rp100 Juta

Kini, kasus mimpi Haikal Hassan ini menjadi bola liar yang menimbulkan pro dan kontra publik.

Ferdinand Hutahaean menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap cerita mimpi Haikal Hassan.

Dikutip dari berita PRDepok.com berjudul "Permasalahkan 'Ingin Menghibur' Haikal Hassan, Ferdinand: Demi Allah Itu Tak Boleh Main-main", menurut Ferdinand Hutahaean, Haikal Hassan dilaporkan bukan karena mimpinya, tapi atas dugaan kebohongan dan pencatutan nama Nabi.

Mantan Kader Partai Demokrat itu baru-baru ini kembali menanggapi pernyataan terbaru Haikal Hassan.

Sebelumnya, Haikal Hassan menyampaikan bahwa cerita dirinya terkait mimpi bertemu dengan Rasulullah saat pemakaman para laskar FPI adalah hanya untuk memotivasi keluarga korban.

Kemudian, pria yang kerap disapa Babe Haikal itu juga menyebut mimpinya bertemu Rasullah disampaikan semata-mata untuk menghibur.

"Sekarang gini deh ada orang meninggal karena kecelakaan boleh nggak kita hibur. Udah jangan nangis gitu mudah-mudahan anak lo masuk surga. Gitu doang. Memotivasi orangnya biar jangan nangis, setop-setop enggak usah nangis gitu," ucap Haikal Hassan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Pernyataan itulah yang kemudian ditanggapi oleh Ferdinand Hutahaean.

Melalui Twitternya, Ferdinand menyebut bahwa Haikal Hassan tidak bisa berlindung dibalik niat ingin menghibur.

Menurut Ferdinand, bersumpah atas nama Tuhan tidak boleh sembarangan.

Pada cuitannya itu ia juga menyebut bahwa penggunaan kata 'Demi Allah' tidak boleh digunakan dengan main-main.

"Haikal Hassan tak bisa berlindung dibalik kata ingin menghibur, krn saat berbicara selalu menyebut DEMI ALLAH. Demi Allah itu berarti tak boleh main2 dlm berkata," cuit akun @FerdinandHaean3 sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-depok.com pada Kamis 24 Desember 2020.

Ferdinand juga menambahkan bahwa pernyataan Haikal Hassan yang menceritakan mimpinya itu dilakukan di depan umum, sehingga ia tidak dapat berlindung di dalam alasannya untuk menghibur tersebut.

"Tak boleh jg berlindung dibalik kata seolah itu tertutup tdk utk disebar. Haikal lupa itu didepan umum, terbuka," tulis Ferdinand dalam cuitan yang diunggahnya pada Kamis, 24 Desember 2020 pagi.

Bersamaan dengan diunggahnya cuitan itu, Ferdinand Hutahaean juga membagikan video yang telah diunggah oleh pengguna Twitter lainnya.

Video tersebut berisi pernyataan Haikal Hassan terkait mimpi bertemu dengan Rasulullah saat menghadiri pemakaman Laskar FPI.

''Demi Allah dikubur dan waktu hujan ini, tiba-tiba nggak lama Rasulullah datang, dan beliau memegang tangan Umar anak saya. Demi Allah dia memegang tangan Salma, anak saya," ucap Haikal Hassan dalam video tersebut.

Dalam video Haikal Hassan menyebutkan "Demi Allah" dan karena itulah menurut Ferdinand, Haikal Hassan tidak dapat berlindung dibalik kata 'menghibur'.***PRDepok.com/Yunita Amelia Rahma

Editor: Awang Dody Kardeli

Sumber: Pikiran Rakyat Depok


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah