Mahfud MD Cerita Gus Dur, Muannas Alaidid Kaitkan Persitiwa Prancis dengan Mimpi Ustadz Haikal

- 17 Desember 2020, 13:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. /instagram.com/mohmahfudmd/

POTENSIBISNIS - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid saat ini sedang "mengurusi" mimpi Ustadz Haikal Hassan.

Hal itu pun ramai diperbincangkan. Setelah itu, Menko Polhukam Mahfud membuat cuitan tentang almarhum Presiden Gus Dur.

Berikut cuitan Mahfud MD:

Baca Juga: Jelang Libur Hari Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PSBB

"Saat penataran P4, Gus Dur (GD) tidur. Tiba-tiba dibangunkan oleh Penatar dan ditanya tentang konsep demokrasi.

GD: Saya baru bermimpi bertemu dengan Bung Karno dan menceritakan kepada saya tentang konsep demokrasi.

Penatar: Ini serius, jangan bicara mimpi.

GD: Katanya demokrasi, kok bermimpi saja dilarang."

Namun, Muannas Alaidid menanggapi komentar Menko Polhukam Mahfud MD terkait mimpi Haikal Hassan yang bercerita mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.

Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya menulis polemik mimpi Haikal bertemu dengan Nabi dan membandingkannya dengan pengalaman Gus Dur yang pernah bermimpi bertemu dengan Soekarno.

Muannas Alaidid meminta untuk bisa membedakan kedua sosok yang dimimpikan Gus Dur dan Haikal Hassan.

"Izin Prof. tolong bisa dibedakan mimpinya Gus Dur ketemu Bung Karno dengan mimpinya Haikal Hassan yang ketemu Rasulullah," ujar Muannas seperti dikutip dari akun Twitter @muannas_alaidid, Kamis, 17 Desember 2020.

Dirinya mengungkapkan bahwa wajah Soekarno terlihat jelas dan boleh dilukis, sementara wajah Nabi Muhammad tidak ada yang mengetahui.

"Karena Bung Karno sendiri wajahnya jelas boleh dilukis dan foto, kalau Rasul beda. Paras Rasul siapa yang tahu ???, di Prancis dilukis aja banyak muslim gak terima," tuturnya.

Menurutnya pelaporan tersebut berguna untuk mencegah cerita hoaks Haikal Hassan menyebar dan akan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Jadi pointnya soal pelaporan untuk mencegah agar cerita-cerita dugaan yang berbau kebohongan dan hoaks tidak lagi diteruskan, jangan ada dusta, karena dusta itu akan membawa kemudaratan, membawa perpecahan, apalagi ini menyangkut nama baik Rasulullah," ucapnya.

Lebih lanjut Muannas Alaidid juga meminta jangan terlalu mudah untuk menyalahgunakan nama Nabi Muhammad SAW.

"Kemuliaan nabi jangan sampai disalahgunakan karena kita ini gak ada yang tahu wajah Rasulullah," tuturnya.

"Jangan juga gampang mengatakan bahwa orang meninggal melawan aparat penegak hukum dikatakan sebagai syahid karena itu wilayah Allah kita gak tahu, yg bisa menentukan syahid atau tidaknya bukan Haikal tapi Allah," katanya.

Sebelumnya, Haikal Hassan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait ucapannya yang bercerita mimpi bertemu Rasulullah SAW.

"Iya itu dilaporkan mengenai mimpi Rasulullah kemarin. Dia kan bilang kemarin bahwa semua orang yang dalam ceramahnya itu beberapa menit, itu kan bilang semua orang yang berduka itu didatangi sama Rasulullah. Itu konteksnya di situ dari narasi satu kalimat itu sudah menurut kita itu udah ada berita bohongnya. Karena nggak mungkin semua orang yang berduka itu didatangi Rasulullah," ujar Husein Shihab.

Husein Shihab mengatakan pernyataan Haikal Hassan itu disampaikan saat memberikan ceramah di pemakaman 6 laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Megamendung, Bogor.

Menurutnya, pernyataan Haikal Hassan itu menyesatkan. Seperti yang diberitakan Pikiranrakyat-bekasi.com berjudul "Mahfud MD Singgung Polemik Mimpi Nabi Dipolisikan, Muannas Alaidid: Pelaporan untuk Mencegah Hoaks"

"Iya menyesatkan. Menyesatkan orang dengan berita bohong itu. Orang akan percaya dengan berita seperti itu. Padahal kan harus dibuktikan bener nggak omongannya Haikal," tuturnya.

Lebih lanjut Husein Shihab mengatakan pihaknya melaporkan Haikal Hassan agar menimbulkan efek jera.

"Maksud kita untuk melapor seperti ini supaya ada pencegahan, efek jera. Jangan semena-mena bisa ceramah. Punya gelar ustaz, kiai, atau habib apa punlah. Supaya hal seperti ini tidak melebar. Supaya orang ada efek jeranya. Supaya nggak ngulangin lagi," katanya.

Laporan Husein Shihab itu terdaftar dalam laporan bernomor LP/7433/XII/YAN.25/2020/SPKT PM tanggal 14 Desember.

Haikal Hassan dilaporkan atas tuduhan tindak pidana ujaran kebencian melalui ITE dan Penistaan Agama serta menyebarkan berita bohong yg dapat menimbulkan kegaduhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan Pasal 156 huruf a KUHP dan/atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Pernyataan Haikal Hassan dilontarkannya ketika pemakaman 5 pengikut Habib Rizieq di Megamendung.

Pada kesempatan tersebut, awalnya Habib Rizieq Shihab yang menyampaikan sambutan. Lalu disambung Ustaz Bachtiar Nasir, baru kemudian giliran Haikal Hassan.

Haikal Hassan awalnya bercerita ketika anaknya meninggal dunia. Ketika itulah dia bercerita 'mimpi' Rasulullah menemui dua anaknya.*** (Ghiffary Zaka/Pikiranrakyat-Bekasi.om)

Editor: Awang Dody Kardeli

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah