Dugaan Penistaan Agama hingga Terafiliasi NII, Polri Bakal Hadirkan 4 Saksi Ahli dalam Kasus Ponpes Al Zaytun

- 10 Juli 2023, 16:16 WIB
Kasus dugaan penyimpangan paham agama oleh Pesantren Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang masih sedang dalam proses penyelidikan.
Kasus dugaan penyimpangan paham agama oleh Pesantren Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang masih sedang dalam proses penyelidikan. /PMJ

POTENSI BISNIS - Kasus dugaan penyimpangan paham agama oleh Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang masih sedang dalam proses penyelidikan.

Tim penyidik dari Dit Tipidum Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa mereka masih menunggu hasil pemeriksaan barang bukti yang sedang diuji oleh Laboratorium Forensik (Labfor).

Baca Juga: UPDATE Cinta Tanpa Karena: Ghani Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal, Bianca dan Baskara Satukan Kekuatan

Selain itu, Polri juga akan menggelar perkara guna menentukan tersangka dalam kasus ini.

"Akan melakukan gelar Perkara tentu untuk menentukan seperti disampaikan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri adanya diyakini adanya tindak pidana tentu langkah berikutnya gelar perkara kita menentukan tersangka," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Sebab, kasus dugaan penyimpangan paham agama ini melibatkan beberapa sektor, polisi berencana untuk memanggil setidaknya empat saksi ahli guna memberikan klarifikasi terhadap hal-hal yang mungkin sulit dipahami oleh penegak hukum.

"Kita panggil saksi ahli. Mulai dari saksi ahli agama islam, ahli sosiologi, ahli bahasa, ahli ITE," katanya.

Baca Juga: Alur Cinta Tanpa Karena: Terungkap, Bianca Adik Kandung Ghani Usai Kasih Donor Darah ke Suami Nuna

BNPT Soal Isu Al Zaytun Terafiliasi NII

Terkait isu terafiliasi antara Pesantren Al Zaytun dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedang melakukan kajian.

Direktur Deradikalisasi BNPT, Ahmad Nurwakhid, menyatakan bahwa keberadaan NII masih belum terkonfirmasi dan perlu diselidiki lebih lanjut.

"Persoalannya adalah apakah sampai saat ini masih ada, tentu ini masih dalam proses kajian dan pendalaman BNPT bersama dengan stakeholder terkait lainnya," ujarnya.

Baca Juga: KPK Cabut Pembantaran, Lukas Enembe Kembali Ditahan di Rutan

Salah satu alasan mengapa isu terkait NII belum dapat ditindaklanjuti oleh BNPT adalah karena kelompok tersebut belum terdaftar dalam Daftar Terduga Terorisme dan Organisasi Terorisme (DTTOT).

Oleh karena itu, BNPT masih mempelajari informasi lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran terkait isu tersebut.

"UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Nomor 5 Tahun 2018 hanya bisa diterapkan terhadap kelompok atau jaringan radikalisme yang masuk dalam Daftar Terduga Terorisme dan Organisasi Terorisme (DTTOT), seperti: JI, JAD, JAT, dan lainnya," katanya.***

Editor: Sihab Ulumudin

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah