Kisah Wafatnya Eril dan Makna Surat Al-Mulk Ayat 2 yang Dibedah Ustaz Adi Hidayat

- 17 Juli 2022, 22:00 WIB
Potret mendiang Eril anak Ridwan Kamil di depan Ka'bah. Kisah Wafatnya Eril dan Makna Surat Al-Mulk Ayat 2 yang Dibedah Ustaz Adi Hidayat. Berkaitan maut dan kehidupan manusia, terdapat beberapa perbedaan dalam memaknai datangnya takdir Allah SWT tersebut.
Potret mendiang Eril anak Ridwan Kamil di depan Ka'bah. Kisah Wafatnya Eril dan Makna Surat Al-Mulk Ayat 2 yang Dibedah Ustaz Adi Hidayat. Berkaitan maut dan kehidupan manusia, terdapat beberapa perbedaan dalam memaknai datangnya takdir Allah SWT tersebut. /Instagram/@ridwankamil/

POTENSI BISNIS - Maut adalah sesuatu yang pasti datang pada setiap makhluk hidup yang berawa.

Berkaitan maut dan kehidupan manusia, terdapat beberapa perbedaan dalam memaknai datangnya takdir Allah SWT tersebut.

Termasuk dalam kajian yang diberikan Ustaz Adi Hidayat yang membedah satu ayat di dalam Alquran, yakni surat Al-Mulk Ayat 2.

Dari apa yang dijelaskan, ada perbedaan antara sikap orang yang masih hidup pada seseorang yang sudah meninggal.

Baca Juga: MENGEJUTKAN, 3 Prediksi Ikatan Cinta Hari Ini: Arwah Aldebaran Teror Elsa dan Ricky, Andin Dibuat Lumpuh

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ringkasan dan uraian sebagaimana yang telah dibuat potensibisnis.com mengutip isi kajian Ustaz Adi Hidayat.


Kita ketahui bersama bahwa kehidupan yang kita jalani di dunia ini sifatnya sementara, setiap kita memiliki batas waktu yang disebut ajal.

Ketika ajal itu datang, maka tuntas misi yang telah dijalani selama hidup di bumi, dan setelah itu kita akan mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kepada Allah SWT.

Baca Juga: IKATAN CINTA 17 Juli 2022: Ricky dan Elsa Jadi DPO usai Nino Lakukan Ini, Andin Makin Sedih karena....

"Tidak mungkin ajal itu dimajukan atau diundur, namun tepat sesuai seperti apa yang telah Allah kehendaki sebagaimana terdapat pada Q.S. Al-A'raf ayat 34." Ucap Ustadz Adi Hidayat Potensibisnis.com dari Youtube Dakwah.

Karena itu kita harus meyakini bahwa kematian dengan pertanda tibanya ajal adalah sesuatu yang pasti akan terjadi.

Namun, cara kita kembali kepada Allah diantara yang istimewa, yang membedakan satu dengan yang lainnya.

Baca Juga: Belajar dari Wafatnya Eril Anak Ridwan Kamil: Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Seni Memaknai Kehidupan dan Kematian

"Maka ada yang berpulang begitu saja, ada yang kepulangannya begitu viral di kalangan makhluk, namun ada pula yang kepulangannya langsung dikehendaki viral oleh Allah," Tambah Ustadz Adi Hidayat.

Kepulangan yang viral di kalangan makhluk, itu yang sering kita saksikan jadi berita, dilihat, didengar dan diamati.

Kepulangan yang viral dikehendaki sang khalik yaitu kepulangan yang disertai iringan doa yang sangat luar biasa.

Baca Juga: IKATAN CINTA 17 Juli 2022: Bukan Andin atau Nino, Sosok Lemah Lembut Ini Bongkar Boroknya Elsa ke Reyna

Makhluk-makhluk dikehendaki untuk menjaga kemuliaan dari mulai jasad sampai dengan pengaruh kebaikan yang diisyaratkan oleh nabi untuk di viralkan.

"Viralkanlah, sebutkanlah kebaikan-kebaikan orang yang wafat, dan jadikanlah inspirasi bagi kita yang hidup, untuk menyiapkan bekal terbaik untuk pulang," kata Adi Hidayat.

Sebagaimana yang telah diketahui, beberapa bulan yang lalu, wafatnya Eril anak dari Gubernur Jawa Barat menyisakan duka dan meninggalkan banyak makna.

Bagaimana tidak, begitu banyak orang yang mendoakan dan turut berduka atas kepergian Eril, terkuak juga banyak kebaikan yang ia lakukan selama hidup.

Ini yang menjadikan kita mesti belajar akan tegasnya firman Allah SWT akan esensi berkehidupan di muka Bumi ini, sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Mulk ayat 2.

"Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun."

Prinsipnya seseorang yang berkehidupan dinilai, dilihat, dan dirasakan baik untuk itu kita bergembira kita peluk, rangkul, doakan.

Demikian juga ada orang wafat yang begitu diistimewakan, didengar, dilihat, dan didoakan. Sungguh kita harus belajar amal apakah yang sudah dilakukan orang tersebut.

Mari belajar dari kebaikan orang-orang mulia itu, untuk meningkatkan kualitas amal sholeh kita semua dan memupuk bekal untuk kembali nanti.***

Editor: Muhammad Sadili

Sumber: YouTube Dakwah Channel


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah