Pasca Larangan Mudik, Ratusan Personel Disiagakan Jaga Perbatasan Kabupaten Bogor

- 3 Mei 2021, 18:25 WIB
Ilustrasi larangan mudik oleh pemerintah. Sebanyak 504 personel gabungan akan disiagakan di beberapa titik penyekatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat jelang larangan mudik Idul Fitri 2021.
Ilustrasi larangan mudik oleh pemerintah. Sebanyak 504 personel gabungan akan disiagakan di beberapa titik penyekatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat jelang larangan mudik Idul Fitri 2021. /Unsplash/Jalal Kelink/

POTENSI BISNIS - Sebanyak 504 personel gabungan akan disiagakan di beberapa titik penyekatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat jelang larangan mudik Idul Fitri 2021 yang mulai efektif pada 6-17 Mei mendatang.
 
Personel gabungan itu terdiri dari unsur TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan Dinkes Kabupaten Bogor.
 
"Rencana personel yang dilibatkan 504 orang, Polri 210 orang, TNI 42 orang, Dishub 105 orang, Satpol PP 105 orang, dan Dinas Kesehatan 42 orang," ujar Kapolres Bogor, AKBP Harun, Senin, 3 Mei 2021 dikutip dari ANTARA.
 
 
Menurut Harun, ratusan personel gabungan tersebut rencananya akan ditempatkan di delapan titik penyekatan di wilayah Kabupaten Bogor untuk mengantisipasi adanya pemudik yang nekat melakukan perjalanan ke kampung halaman.
 
"Delapan titik penyekatan tersebut rencananya akan dilakukan di Jasinga perbatasan dengan Lebak, di Parungpanjang perbatasan dengan Tangerang, di Parung perbatasan dengan Depok," ia menambahkan.
 
Selanjutnya penyekatan akan dilakukan di Gunungputri dan Cileungsi yang berbatasan dengan Bekasi.
 
 
Kemudian di Cibinong perbatasan dengan Depok, di Cigombong perbatasan dengan Sukabumi, dan di Simpang Gadog dari arah Jakarta.
 
Kedelapan titik penyekatan itu dikatakan Harun akan dijaga non stop 24 jam secara bergantian oleh personel yang bertugas.
 
Senada dengan Bupati Bogor Ade Yasin juga menyebutkan warga dari luar Jabodetabek tidak bisa masuk ke wilayah Kabupaten Bogor saat larangan mudik berlaku.
 
 
Menurutnya, walaupun dengan menunjukan surat keterangan negatif Covid-19 tetap tidak diperkenankan untuk memasuki wilayah Kabupaten Bogor.
 
"Dari luar Jabodetabek tidak diperbolehkan masuk (ke Bogor) meski membawa surat hasil rapid antigen karena ada indikasi mudik yang mulai dilarang sejak 22 April oleh Pemerintah Pusat," ujar Ade.
 
Ade menegaskan bagi warga yang nekat memasuki wilayah Kabupaten Bogor, pihaknya akan memutar balik kendaraan tersebut.***
 
 
 

Editor: Babah Pram

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X